Cari Blog Ini

Jumat, 30 Juni 2017

Berita Terkini - Barack Obama Berlibur Ke Yogyakarta Dan Ini Alasannya

Berita-Terkini-Barack-Obama-Berlibur-Ke-Yogyakarta-Dan-Ini-Alasannya


Berita Terkini - Yogyakarta merupakan sebuah kota yang tentunya tidak asing bagi mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Kedatangannya kali ini ke Kota Gudeg adalah untuk memenuhi hasrat nostalgia dari masa kecil Barack Obama.

Seperti dari pantauan kami, Presiden Amerika Serikat ke 44 tersebut memilih menghabiskan waktu liburannya ke Yogyakarta dan itu bukan tanpa alasan. Obama di masa kecil pernah memiliki kenangan di kota tersebut.

Pada tahun 1967 sampai dengan 1971, Obama pernah bersekolah di SD Negeri Menteng 01 Jakarta dan ketika memasuki masa liburan sekolah selalu hampir setiap kesempatan dihabiskan di Yogyakarta.

Selama berada di Yogyakarta, Obama menginap di rumah pamannya yakni Profesor Iman Sutikno yang berasitektur Eropa Kuno dan terletak di Kompleks Perumahan Dosen UGM di jalan Bulaksumur Blok D7, Caturtunggal, Sleman. Istri dari Iman sendiri merupakan kakak dari ayah tiri Obama, Doktor Soetoro.

Dari kabar yang didapat Tangkas Online, Obama dan juga adiknya dikabarkan senang berlibur ke Yogyakarta bersama-sama dengan sang nenek yang selalu memanjakan mereka.

Sampai sekarang ini bangunan rumah yang terletak di blok D7 masih cukup terawat dan bentuk aslinya masih dipertahankan. Ruangan yang dulu digunakan oleh Obama kecil beserta keluarga diberi nama ruang "Barry" dimana nama tersebut merupakan panggilan akrab dari Obama ketika kecil.

Di rumah tersebut masih tersimpan dengan rapi barang-barang yang menjadi kenangan milik Obama misalnya ranjang kayu dan juga foto-foto masa kecil dari Obama.

Di bagian ruang keluarga tengah rumah fungsinya telah berubah menjadi museum. Namun ketika kita melangkahkan kaki ke bagian belakang, masih tampak dapur yang dulunya pernah digunakan oleh ibu dari Obama yakni Ann Dunham untuk memasak.

Rumah tersebut sendiri telah menjadi saksi bagaimana keceriaan Obama semasa kecilnya bersama dengan keluarganya. Bila nantinya jadi singgah, tentu akan menjadi sebuah nostalgia masa kecil untuk Barack Obama.

Jumat, 16 Juni 2017

Berita Bola - Sulit Untuk Mengubah Keputusan Dari Ronaldo Jika Dirinya Inginkan Hengkang

Berita-Bola-Sulit-Untuk-Mengubah-Keputusan-Dari-Ronaldo-Jika-Dirinya-Inginkan-Hengkang


Berita Bola - Ramon Calderon yang juga merupakan mantan presiden dari klub asal Spanyol, Real Madrid mengungkapkan bahwa akan sulit untuk bisa mengubah keputusan dari bintang mereka yakni Cristiano Ronaldo apabila dia telah memutuskan untuk meninggalkan Santiago Bernabeu.

Ronaldo merupakan salah satu pemain penting di Real Madrid dimana pada dua pekan lalu dia berhasil mengantarkan klubnya keluar sebagai juara Liga Champions. Selain itu dia juga mengantarkan Real Madrid menjuarai La Liga musim 2016-2017.

Dari kabar yang diterima oleh Tangkas Online berkembang di media-media Portugal yang mengklaim bahwa penyerang Real Madrid tersebut berniat untuk meninggalkan Santiago Bernabeu. Pencetak gol sepanjang masa Los Blancos itu disebut-sebut sudah tidak betah lagi bermain di La Liga usai terjerat kasus pajak yang diduga merugikan Spanyol senilai 14,7 juta euro.

Jorge Mendes selaku agen dari Ronaldo, dikabarkan sudah menemui petinggi dari Real Madrid untuk mengutarakan keinginan dari sang bintang yang ingin hengkang. Dikabarkan Ronaldo sendiri mendapatkan tawaran dari klub asal Premier League. Jika nantinya dia akan bermain di Inggris, maka Manchester United menjadi salah satu klub yang difavoritkan untuk bisa mendapatkannya. Hal tersebut didukung karena Ronaldo pernah berseragam 'Setan Merah' sebelum dia hijrah ke Real Madrid pada tahun 2009 lalu.

Saat ini klub yang menjadi tujuan dari Ronaldo masih menjadi pertanyaan. Namun jika Ronaldo telah mengungkapkan akan pergi maka cukup sulit untuk Real Madrid bisa menahannya.

"Cukup sulit untuk bisa mengubah pikirannya. Saya telah menemui situasi yang sama ketika masih berada di Manchester United dan kala itu dia ingin hengkang sebelum kemudian saya mendapatkannya. Dia mengatakan bahwa dirinya ingin pergi dan dari sanalah itu semua terjadi," ungkap Calderon.

"Di tahun yang sama saya juga menghadapi masalah yang sama dengan Robinho. Dia juga menyatakan ingin hengkang. Sebagai presiden saya tidak bisa melakukan apa-apa, saya hanya bisa membiarkannya pergi dan menjualnya dengan sebagus mungkin," lanjutnya.

"Saya hanya berharap dia tidak meninggalkan Santiago Bernabeu. Namun jika hal tersebut sudah diputuskannya maka akan sulit untuk mencegahnya," tutupnya.

Kamis, 15 Juni 2017

Berita Bola - Cristiano Ronaldo Memilih Untuk Diam Terkait Skandal Pajak Yang Menerpanya

Berita-Bola-Cristiano-Ronaldo-Memilih-Untuk-Diam-Terkait-Skandal-Pajak-Yang-Menerpanya


Berita Bola - Cristiano Ronaldo belakangan ini tengah diterpa dengan isu tidak sedap terkait dengan kasus skandal pajak. Ronaldo pun memberikan tanggapannya berhubungan dengan isu terkait yang kini sedang merebak dimana dia mengungkapkan bahwa lebih baik untuk saat ini diam.

Ronaldo belum lama ini dilaporkan ke pengedilan yang ada di Spanyol. Bintang dari Real Madrid tersebut dituding telah melakukan pelanggaran pajak dalam periode 2010 sampai dengan 2014. Tindakan dari Ronaldo tersebut diduga membuat otoritas pajak di Spanyol mengalami kerugian yang mencapai 14,7 juta euro.

Melalui akun media sosialnya lewat instagram, Cristiano Ronaldo tampak memberika sebuah kode terkait dengan kasus yang saat ini menerpanya. Ronaldo memberi isyarat jika dia tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang kasus pajak yang dialaminya. Pasalnya dia masih punya agenda penting di ajang Piala Konfederasi bersama dengan tim nasional Portugal.

"Terkadang jawaban yang terbaik adalah diam," tulisnya di akun instagram miliknya.

Sebelumnya, Ronaldo juga sempat memberikan sebuah keterangan ihwal terkait dengan kasus pajaknya. Kamere dari Deportes Cuatro sempat menangkap hal tersebut dimana Ronaldo mengungkapkan bahwa dirinya tidak bersalah seperti yang dituduhkan oleh pihak kejaksaan dari Spanyol kepadanya.

"Satu hal yang perlu kalian tahu bahwa saya memiliki hati nurani yang bersih," ungkap Ronaldo sembari berjalan melewati rombongan pemain tim nasional Portugal lainnya.

Rabu, 14 Juni 2017

Berita Bola - Mourinho Yakin Bersama Manchester United, Masa Depan Victor Lindelof Bakal Cerah

Berita-Bola-Mourinho-Yakin-Bersama-Manchester-United-Masa-Depan-Victor-Lindelof-Bakal-Cerah


Berita Bola - Manajer Manchester United, Jose Mourinho yakin bahwa rekrutan terbaru di timnya, Victor Lindelof memiliki masa depan luar biasa di Setan Merah.

United baru saja meresmikan transfer Lindelof dari Benfica senilai 35 juta euro. United mengikat bek internasional Swedia itu dengan kontrak selama empat tahun ke depan dengan opsi perpanjangan selama satu tahun.

Mourinho pun yakin Lindelof bakal menjadi salah satu bagian penting dari skuat asuhannya jika berkaca dari musim 2016/17 kemarin di mana United mengalami krisis pemain akibat badai cedera.

"Victor (Lindelof) adalah pemain muda yang sangat berbakat, yang memiliki masa depan hebat di hadapannya bersama United," ujar Mourinho di laman resmi klub.

"Musim lalu menunjukkan kami bahwa kami membutuhkan pilihan dan kualitas untuk menambah kedalaman skuat dan Victor adalah pemain pertama yang bergabung dengan kami musim panas ini. Saya tahu bahwa para pemain fantastis kami akan menyambut dia sebagai bagian dari kami," lanjutnya.

Lindelof akan memulai debutnya bersama United dalam tur pramusim ke Amerika Serikat pertengahan Juli mendatang.

Selasa, 13 Juni 2017

Berita Terkini - Presiden Donald Trump Terancam Dimakzulkan

Berita-Terkini-Presiden-Donald-Trump-Terancam-Dimakzulkan


Berita Terkini - Sepanjang sejarah, Amerika Serikat telah dua kali melakukan pemakzulan (impeachment) terhadap presidennya. Pertama adalah mantan presiden Richard Nixon yang dimakzulkan pada 1974 atas Skandal Watergate.

Pada skandal tersebut, Presiden Nixon terbukti melakukan skandal penyadapan terhadap sejumlah pejabat tinggi pemerintahan AS demi keuntungan politisnya.

Ia bahkan melakukan penyalahgunaan kekuasaan, dengan memerintahkan Biro Investigasi Federal (FBI), Badan Intelijen CIA, dan Badan Pemeriksa Keuangan AS (IRS, Internal Revenue Service), untuk menginvestigasi lawan politiknya, demi keuntungan Nixon.

Kedua adalah mantan presiden Bill Clinton. Suami Hillary Clinton itu dimakzulkan pada 1998 atas skandal perselingkuhannya dengan Monica Lewinsky. Berdasarkan keputusan Kongres AS, Clinton terbukti menghalangi proses penegakan hukum dan memberikan kesaksian palsu demi menutup-nutupi kasus perselingkuhannya.

Dan kini, isu pemakzulan ketiga presiden AS kian menghangat. Presiden Donald Trump terancam dimakzulkan setelah sejumlah peristiwa dan kasus yang mencuat ke permukaan publik.

Belum genap setengah tahun menjabat, presiden ke-45 AS itu kini diprediksi semakin dekat untuk mengakhiri masa jabatannya lebih cepat. Meski sejatinya, tak mudah untuk melakukannya.

Hingga kini, sudah ada dua pihak yang menjadi ujung tombak dalam upaya pemakzulan Presiden ke-45 AS tersebut. Pihak pertama adalah mantan direktur Biro Investigasi Federal (FBI), James Comey yang dipecat oleh Presiden Trump pada Mei 2017 lalu, demikian seperti yang diwartakan oleh Newsweek, (13/6/2017).

Sementara itu, pihak kedua adalah Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, perwakilan California Brad Sherman dan Maxine Waters, perwakilan Texas Al Green, dan mantan Jaksa Federal AS, Preet Bhahara. Sherman dan Al Green mengajukan sebuah artikel resmi pengusulan pemakzulan Presiden Trump kepada Kongres AS pada 13 Juni 2017.

Sedangkan Bhahara menyebut bahwa "pasti ada sejumlah bukti" yang mampu dijadikan pemicu untuk memulai investigasi guna memakzulkan presiden ke-45 AS tersebut.

Usulan pemakzulan Trump yang datang dari Comey akan disampaikan pada Kamis 15 Juni nanti dalam sebuah sidang dengar pendapat di hadapan Senat Komite Intelijen. Pada sidang dengar pendapat itu, Comey akan menyampaikan sebuah kesaksian yang akan memberatkan Presiden Trump.

Dalam kesaksiannya nanti, Comey akan menyampaikan bahwa dirinya diminta oleh Presiden Trump untuk menghentikan penyelidikan FBI terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, Michael Flynn.

Biro Investigasi Federal yang dipimpin oleh Comey pada waktu itu tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Flynn dengan Rusia serta campur tangan Negeri Beruang Merah untuk memenangkan Presiden Trump dalam Pilpres AS 2016.

James Comey menulis dalam sebuah memo perihal permintaan tersebut. Menurut sejumlah sumber, Comey memberikan catatan itu kepada beberapa pejabat senior FBI.

"Saya harap Anda bisa mengakhirinya," tulis Comey yang mengutip perkataan Trump. "Ia (Flynn) adalah pria baik."

Menurut memo itu, Comey tidak merespons permintaan Donald Trump, tetapi menjawab, "Saya setuju dia adalah pria baik."

Meski Comey tidak menyimpulkan bahwa tindakan Presiden Trump merupakan sebuah tindakan kriminal berupa "menghalang-halangi proses penegakan hukum" (Obstruction of Justice), tetapi mantan direktur FBI itu yakin bahwa dewan Senat Komite Intelijen akan menyelidiki dugaan tersebut setelah ia menyampaikan testimoninya.

Sejumlah dukungan terhadap testimoni Comey yang akan dilakukan pada Kamis 15 Juni nanti mulai bermunculan. Organisasi gerakan masyarakat sipil MoveOn.org Civic Action mendukung pernyataan mantan direktur FBI tersebut dan meminta agar Kongres AS mulai memproses pemakzulan Presiden Trump.

"Di Amerika Serikat, tidak ada orang yang berada di atas hukum. Testimoni yang akan disampaikan oleh James Comey nanti diharapkan mampu memperjelas kongres bahwa proses pemakzulan harus segera dilakukan. Organisasi kami tidak akan menganggap enteng hal ini," jelas sebuah pernyataan tertulis direktur eksekutif MoveOn.org, Civic Action Anna Galland.

Gerakan masyarakat sipil progresif di AS turut menyampaikan hal serupa. Mereka menilai bahwa testimoni Comey --meski tidak eksplisit-- secara jelas telah menggambarkan bahwa presiden ke-45 AS itu melakukan pelanggaran.

"Testimoni Comey mengonfirmasi bahwa Donald Trump mencoba menghalang-halangi proses penegakan hukum. Dan tuduhan itu dapat memicu pemakzulan. Meski prosesnya cukup memakan waktu, pemakzulan harus dilakukan mulai dari sekarang. Saatnya melakukan sidang dengar pendapat tentang pemakzulan," kata sebuah pernyataan tertulis yang disampaikan oleh Indivisble Guide Movement, sebuah gerakan masyarakat sipil progresif AS.